Manusia & Kepribadian
A. DEFINISI KEPRIBADIAN
Kepribadian adalah keseluruhan pola perilaku, pikiran, emosi, dan cara seseorang berinteraksi dengan lingkungan yang relatif stabil dan khas bagi tiap individu. Kepribadian membedakan satu orang dari yang lain dan terbentuk dari kombinasi faktor biologis, psikologis, dan sosial-budaya. Menurut Edward Sapir dikutip dalam berbagai kajian antropologi linguistik dan budaya, Kepribadian adalah cara khas individu menanggapi dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan budayanya, sementara menurut Koentjaraningrat mengungkapkan bahwa kepribadian adalah susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu itu. Istilah kepribadian juga berarti ciri-ciri watak seorang individu yang konsisten, yang memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khusus.
![]() |
| freepik.com |
B. UNSUR-UNSUR KEPRIBADIAN
Koentjaraningrat memaparkan unsur-unsur kepribadian menjadi tiga bagian. Tiga bagian tersebut yaitu:
- Persepsi, yaitu deskripsi seluruh proses akal dalam keadaan alam sadar (concious).
- Apersepsi, yaitu deskripsi baru dengan pengertian baru.
- Pengamatan, yaitu penggambaran yang lebih terfokus dan intensif. Penggambaran yang lebih terfokus dan intensif dapat diperoleh dengan adanya pemusatan akal.
- Konsep, yaitu penggambaran abstrak tentang suatu objek dengan mengadakan suatu perbandingan.
- Fantasi, yaitu penggambaran baru yang tidak realistik.
- Kehendak, merupakan tingkatan perasaan yang paling rendah, sifat subyektif, dan terdapat unsur penilaian di dalamnya.
- Keinginan, merupakan suatu tingkatan kehendak yang keras dan mengharapkan suatu pemenuhan. Sifat dari keinginan yaitu sudah ada suatu dorongan dalam diri seseorang untuk berupaya memenuhinya.
- Emosi, merupakan tingkatan kehendak atau keinginan keras yang menuntut pemenuhan secara mutlak. Sifat dari emosi lebih keras daripada keingingan.
- Mempertahankan hidup.
- Dorongan sex.
- Mencari makan.
- Berinteraksi dengan manusia.
- Meniru terhadap sesamanya.
- Dorongan berbakti.
- Keindahan.
- SanguinisTipe kepribadian yang satu ini ditandai dengan adanya sifat yang hangat, bersemangat, lincah, meluap-lupa, dan individu yang menyenangkan. Seseorang yang memiliki kepribadian ini lebih mudah terpengaruh dan mudah dimasuki oleh pikiran serta perasaan yang meledak-ledak. Tipe kepribadian sanguinis adalah orang yang sangat ramah terhadap orang lain. Sehingga mereka akan dianggap sebagai orang yang cukup ekstrovert.
- KolerisTipe kepribadian selanjutnya adalah koleris. Orang yang memiliki kepribadian ini biasanya akan tampil lebih hangat, aktif, pasif, serba cepat, berkeinginan keras, dan cukup independen. Mereka akan cenderung lebih tegas dan memiliki pendirian yang keras. Selain itu, mereka juga mudah dalam membuat sebuah keputusan bagi dirinya sendiri dan orang lain. Mereka tidak memerlukan gerakan dari luar. Malahan, orang yang memiliki kepribadian koleris akan mempengaruhi lingkungannya dengan pendapat dan gagasannya, tujuan, rencana, dan juga ambisinya yang tidak pernah habis.
- MelankolisOrang yang memiliki kepribadian melankolis akan cenderung lebih suka berkorban, tipe perfeksionis, analisis, dan memiliki sifat emosi yang cukup sensitif. Seorang melankolis akan sangat menikmati keindahan karya seni dan tak ada seorang pun yang bisa menandingi mereka. Akan tetapi, jika mereka sedang murung, maka akan menjadi seseorang yang sangat antagonis.
- Phlegmatis
Tipe kepribadian berikutnya adalah phlegmatis, yaitu seseorang yang hidupnya terlihat cukup tenang, gampangan, dan tidak pernah merasa terganggu dengan orang lain. Oleh karena itu, mereka hampir tidak pernah marah. Mereka adalah orang-orang yang memiliki sifat mudah bergaul dan paling menyenangkan. Bagi mereka yang memiliki kepribadian ini, hidup adalah sebuah kegembiraan dan mereka akan cenderung menjauh dari hal-hal yang tidak menyenangkan. Mereka tampak begitu tenang dan cukup pendiam. Jadi, mereka jarang terhasut dengan apapun yang ada di sekitarnya.
Sumber :
1. Kajian antropologi linguistik dan budaya.
2. Usman Effendi, Psikologi Konsumen (Jakarta: Raja Wali Persada, 2016),286.
3. Tirto.id
4. Buku Teori-teori Kepribadian Humanistis (gramedia.com).

Komentar
Posting Komentar