Postingan

Mata Pencaharian Tradisional vs Modern

Gambar
A. Mata Pencaharian Tradisional 1. Berburu dan Meramu      Jenis mata pencarian masyarakat ini terbilang paling tua. Pada pengaplikasiannya berburu dilakukan secara langsung dengan menangkap dan mengonsumsi hewan hasil buruan tersebut. Pemburuan berlangsung secara berkelompok yang isinya merupakan anggota keluarganya sendiri. Sedangkan meramu adalah kegiatan mengambil dan memanfaatkan tumbuhan secara langsung dari alam 2. Beternak      Sistem mata pencarian selajutnya adalah beternak. Zaman dahulu peternakan dijalankan hanya dalam lingkup keluarga. Karena itulah semua pekerja peternakan merupakan anggota keluarga. Namun sekarang peternakan telah berkembang sebagaimana kegiatan ekonomi lainnya berjalan. Peternakan banyak didirikan dan tersebar di berbagai daerah. Biasanya peternakan berlokasi di daerah-daerah yang ditumbuhi padang rumput, seperti di Asia Tengah dan beberapa kawasan di benua Afrika. Para peternak tentu membutuhkan kebutuhan lain selain daging...

Analisa Film Gowok Kamasutra Jawa

Gambar
Film Gowok Kamasutra Jawa Perspektif dari sisi Budaya, Etika, Sosial dan Agama           Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini dan diproduseri oleh Raam Punjabi dan MVP Pictures dengan latar tahun 1990-an mengangkat kisah tentang seorang perempuan yang berprofesi sebagai Gowok. Gowok merupakan pekerjaan yang dilakoni seorang perempuan dalam budaya dan masyarakat Jawa berupa mengajarkan laki-laki yang akan menikah soal cara membahagiakan istrinya kelak. Pekerjaan gowok ini diyakini merupakan hasil akulturasi dari China dan sudah eksis dalam masyarakat Jawa sejak abad ke-15. Tujuan dari para gowok ini adalah menjadikan murid laki-laki mereka "lelananging jagad" atau "pria yang ta k ada tandingannya." Poster film Kamasutra Jawa. Dok. MVP Berikut adalah sudut pandang atau perspektif dari sisi budaya, etika, sosial dan agama dalam memahami film ini:   1.      Perspektif Budaya      Film ini mengangkat suatu keb...

Menelusuri Proses Difusi, Akulturasi, Asimilasi, dan Inovasi dalam Dinamika Sosial

Gambar
     Dalam kehidupan bermasyarakat, kebudayaan bukanlah sesuatu yang statis, melainkan senantiasa mengalami perubahan, perkembangan, dan pergeseran seiring waktu. Perubahan ini terjadi melalui berbagai proses sosial yang kompleks, seperti difusi, akulturasi, asimilasi, hingga inovasi. Difusi memungkinkan unsur budaya tersebar dari satu kelompok ke kelompok lain, sementara akulturasi terjadi saat dua budaya saling bertemu dan memengaruhi tanpa menghilangkan ciri aslinya. Lebih lanjut, proses asimilasi menciptakan penyatuan budaya yang lebih mendalam, hingga menghasilkan identitas baru yang berbeda dari asalnya. Di sisi lain, inovasi budaya menjadi bentuk pembaruan yang lahir dari kebutuhan dan respons terhadap tantangan zaman. Melalui dinamika inilah masyarakat mampu bertahan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan global, tanpa sepenuhnya melepaskan akar budayanya. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana keempat proses tersebut bekerja dalam membentuk wajah ...

DINAMIKA KEBUDAYAAN

Gambar
freepik.com   K ebudayaan adalah alat penting bagi manusia untuk beradaptasi dengan lingkungan, membangun komunitas, dan menciptakan makna dalam kehidupan.  Menurut  Soerjono Soekanto  “Kebudayaan memberikan pedoman kepada manusia atau masyarakat tentang bagaimana mereka harus bertindak dan berperilaku dalam menghadapi tantangan sosial.” A. Unsur-Unsur Kebudayaan Menurut ahli antropologi seperti Bronislaw Malinowski dan Clyde Kluckhohn, ada beberapa unsur kebudayaan yang universal, yaitu:  Sistem Religi (Kepercayaan): Segala hal yang berkaitan dengan keyakinan terhadap kekuatan supernatural atau dewa-dewa, upacara keagamaan, dan nilai-nilai spiritual yang dianut masyarakat.  Sistem Pengetahuan: Pengetahuan yang dimiliki oleh suatu masyarakat tentang lingkungan mereka, alam, serta kehidupan sosial, yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.  Sistem Sosial: Cara masyarakat mengatur hubungan antarindividu dan kelompok dalam struktur sosia...

KEBUDAYAAN & MASYARAKAT

Gambar
  A.  Unsur-unsur Kebudayaan Menurut ahli antropologi seperti Bronislaw Malinowski dan Clyde Kluckhohn, ada beberapa unsur kebudayaan yang universal, yaitu:  Sistem Religi (Kepercayaan): Segala hal yang berkaitan dengan keyakinan terhadap kekuatan supernatural atau dewa-dewa, upacara keagamaan, dan nilai-nilai spiritual yang dianut masyarakat.  Sistem Pengetahuan: Pengetahuan yang dimiliki oleh suatu masyarakat tentang lingkungan mereka, alam, serta kehidupan sosial, yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.  Sistem Sosial: Cara masyarakat mengatur hubungan antarindividu dan kelompok dalam struktur sosial tertentu, termasuk norma, aturan, adat, serta lembaga sosial seperti keluarga, hukum, dan politik.  Sistem Peralatan dan Teknologi: Teknologi yang digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, termasuk peralatan, alat-alat produksi, dan cara pengolahan sumber daya alam. Sistem Ekonomi: Bagaimana cara masyarakat mengorgan...

Apa Bedanya Antropologi dan Sosiologi? Ini Penjelasan Hubungannya

Gambar
 A. PENGERTIAN ANTROPOLOGI Berikut ini pengertian antropologi menurut para ahli:  Menurut David E. Hunter David E. Hunter dalam The Study of Anthropology (1976) menjelaskan, antropologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang lahir dari adanya keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia. Menurut A. Haviland William A. Haviland dalam Cultural Anthropology (1975), antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang umat manusia secara umum dengan mempelajari warna fisik, bentuk fisik dan kebudayaan yang dihasilkan oleh masyarakat. Menurut Haviland, antropologi merupakan ilmu yang mencoba merumuskan hukum yang bersifat general (umum) tentang manusia dan perilakunya. Menurut Philip Kottak Conrad Philip Kottak dalam Anthropology, the Exploration of Human Diversity (1974), menerangkan antropologi merupakan ilmu yang mempelajari keragaman umat manusia secara holistik. Ini meliputi aspek sosial budaya, biologis, bahasa dan lingkungannya dalam dimensi waktu masa lalu, saat ini ...

Fungsi Organ Tubuh Manusia Dalam Melengkapi Bukti Hukum Dalam Sebuah Kasus

Gambar
    Dalam penyelesaian perkara pidana di persidangan,  keberadaan alat bukti merupakan unsur yang sangat penting . Agar hakim dapat meyakini bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan terdakwalah pelakunya, diperlukan  minimal dua alat bukti yang sah . Hal ini sejalan dengan ketentuan  Pasal 183  Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana .  Keyakinan hakim terhadap suatu peristiwa pidana  dapat dibangun melalui alat bukti yang diperkuat dengan  barang bukti .      Oleh karena itu, dalam kasus-kasus sulit yang minim saksi seperti kasus perkosaan, barang bukti sering kali menjadi  satu-satunya alat  untuk mengungkap tindak pidana tersebut.  Langkah cepat aparat kepolisian dalam mengamankan dan memeriksa Tempat Kejadian Perkara (TKP)  sangat krusial. Temuan dari TKP dapat menunjukkan hubungan antara pelaku, korban, dan barang bukti.      Dalam rangka kepentingan penyidikan dan peradilan,...