Analisa Film Gowok Kamasutra Jawa
Film Gowok Kamasutra Jawa
Perspektif dari sisi Budaya, Etika, Sosial dan Agama
Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini dan diproduseri oleh
Raam Punjabi dan MVP Pictures dengan latar tahun 1990-an mengangkat kisah
tentang seorang perempuan yang berprofesi sebagai Gowok. Gowok merupakan pekerjaan
yang dilakoni seorang perempuan dalam budaya dan masyarakat Jawa berupa
mengajarkan laki-laki yang akan menikah soal cara membahagiakan istrinya kelak.
Pekerjaan gowok ini diyakini merupakan hasil akulturasi dari China dan sudah
eksis dalam masyarakat Jawa sejak abad ke-15. Tujuan dari para gowok ini adalah
menjadikan murid laki-laki mereka "lelananging jagad" atau "pria
yang ta
k ada tandingannya."
![]() |
| Poster film Kamasutra Jawa. Dok. MVP |
Berikut
adalah sudut pandang atau perspektif dari sisi budaya, etika, sosial dan agama
dalam memahami film ini:
1. Perspektif
Budaya
Film ini mengangkat suatu kebiasaan
atau tradisi yang turun-temurun dalam masyarakat Jawa yang mana seorang suami
wajib membahagiakan istrinya secara lahir dan batin agar rumah tangga tetap
terjaga, sehingga seorang pria yang akan menikah sepatutnya paham bagaimana
membahagiakan seorang perempuan. Tradisi dalam setiap kelompok masyarakat
memang berbeda-beda, oleh karena itu setiap masyarakat harus saling menghargai
perbedaan ini.
2. Perspektif
Etika
Tradisi Gowok ini sudah ada dalam
masyarakat Jawa sejak abad ke-15, maka ini berlaku menjadi etika dan moral yang
diterapkan masyarakat Jawa. Masyarakat dengan budaya yang berbeda mungkin
menganggap ini hal yang tidak biasa, walaupun demikian kita harus menghargai perbedaan
budaya.
3. Perspektif
Sosial
Keadaan sosial tentu akan
berbeda-beda dalam kelompok masyarakat tertentu. Jika dibandingkan dengan
kelompok masyarakat yang lebih modern, apakah tradisi ini relevan untuk
diterapkan? Mungkin tidak, dikarenakan banyak masyarakat menggaung-gaungkan
kesetaraan gender, yang mana pria dan perempuan adalah setara, sehingga untuk
mensukseskan rumah tangga adalah tugas bersama sebagai suami dan istri, tidak
ada tembok yang memisahkan kewajiban seorang suami ataupun istri.
4. Perspektif Agama
Suatu tradisi seringkali dilandasi oleh ajaran-ajaran agama. Tradisi Gowok ini adalah suatu keyakinan yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Jawa yang pelaksanaannya sakral dan memiliki tujuan spiritual untuk mencapai suatu kebaikan yang diajarkan oleh setiap agama.
Sumber :
detik.com
cnnindonesia.com

Komentar
Posting Komentar